Ya… dengan dalih mengatasnamakan yayasan Hajar Indonesia yaitu Ormas yang sangat konsen terhadap perilaku Moral, akhlak dan sosial di Indonesia, setidaknya itu yang di bilang Farhat tentang yayasan yang di pimpinnya, Farhat mengadukan kasus ini ke kepolisian. Padahal jika kita punya logika yayasan Hajar baru mencuat di media setelah adanya kasus Ariel. Sedangkan telah kita ketahui maslah kasus seperti ini di Indonesia bukanlah yang pertama kali. Tentu ini harus patut di pertanyakan. Atau jangan-jangan yayasan ini di bentuk semata-mata untuk maksud tertentu di balik kasus Ariel ini? Entahlah yang pasti kita sebagai masyarakat Indonesia setidaknya berpikir ulang tentang apa-apa yang telah di katakan Farhat di beberapa media.

Yang perlu kita cermati dari apa yang di lakukan Farhat dan yayasan Hajarnya adalah kenapa seolah-olah mereka terlalu agresif untuk menginginkan Ariel di Hukum atau di Penjara. Mungkin pernah dia bilang karena Ariel adalah pablik figure yang memberikan contoh pada masyarakat. Itu cukup masuk akal, tapi ada satu pernyataan yang seharusnya harus di pikirkan oleh Farhat bahwa seorang Ariel yang telah di kenal oleh masyarakat Indonesia tentunya Dia tidak menginginkan hal atau kasus ini terjadi. Jadi lebih bijak kalau kita berpikir kalau kejadian ini adalah suatu musibah yang bisa memberikan pelajaran bagi kita.
Masih ada yang patut juga di soroti mengenai ada apa di balik ke Agresifan seorang Farhat dalam kasus Ariel. Jika kita berbicara tentang moral atau apa yang di sebut Farhat adalah perilaku yang menyimpang dari Ariel, tentunya Farhat sendiri dengan yayasan moral Hajar seharusnya memberikan banyak contoh tentang apa yang di sebut moral yang baik kepada kita semua. Sedangkan kita sendiri hanya baru melihat yayasan Hajar ini ada setelah adanya kasus ini, kita tidak melihat sebuah kampanye atau hal yang nyata tentang apa yang disebut moral dan perilaku yang baik di tunjukan oleh seorang Farhat. Entah atau kita yang tidak tahu atau gimana yang pasti kita tidak pernah melihat tentang aksi sosial yang dilakukan Farhat dan yayasannya seperti ini sebelum kasus Ariel, padahal sebelum kasus Ariel kasus banyak sekali kasus seperti forto-foto tidak senonoh artis yang juga beredar di masyarakat.
Dan pertanyaan yang besar pun muncul dari sini kepada Farhat. Kenapa hanya pada kasus Ariel Farhat dan yayasan Hajar berteriak lantang tentang moral umat manusia? Apa sebenarnya yang Farhat inginkan dari kasus ini? Dan Bisakah Farhat menunjukan pada kita bagaimana moral dan perilaku yang baik yang dianggapnya itu kepada kita semua? Tuhan akan tahu sendiri tentang apa yang dilakukan Farhat baik atau buruk.
Kesimpulan dari apa yang saya tulis tentang ini adalah bahwasanya tentang moral manusia baik atau buruk hanya tuhanlah yang pantas menilainya. Ataupun seandainya jika kita merasa melihat perilaku yang menyimpang dari orang lain yang tidak di sukai janganlah kita menghakimi sendiri. Karna pada akhirnya baik dan buruk diri kita hanya di Akhirat nanti kita mendapat jawaban yang pasti tentang apa yang kita lakukan di dunia ini.
Posting Komentar