Jika selama ini serangan phishing banyak menggunakan bahasa Inggris, hati-hatilah. Pasalnya Indonesia kini telah menjadi salah satu bahasa yang menjadi perhatian phisher (pelaku phishing) di dalam situs phishing-nya.
Sementara itu, situs phishing non-bahasa Inggris lainnya yang juga menjadi sasaran phisher mencakup, Portugis, Italia, Spanyol, Rusia, Albania, dan Turki. Tiga negara pertama merupakan tiga besar yang menyumbang paling banyak phishing.

Berbeda dengan bulan sebelumnya, di bulan ini sebanyak 80 persen situs phishing meningkat secara signifikan, demikian menurut laporan spam bulanan vendor Symantec. Di bulan Oktober lalu, phishing dalam media sosial hanya menyumbang sekitar 4 pesen dari keseluruhan lanskap phishing.
Phisher diketahui telah menggunakan berbagai jenis umpan untuk memikat pengguna agar memberikan informasi pribasi mereka. Bulan lalu, jenis umpan yang biasa digunakan adalah dengan mengklaim ‘serangan’ mereka adalah berasal dari layanan keamanan merek jejaring sosial. Setelah itu pengguna akan diminta untuk terus memberikan kredensial login mereka untuk terus mengakses situs jejaring sosial tersebut.
Source : Infokomputer
Posting Komentar