Tidak ada kejutan kedua dari klub asal Republik Demokratik Kongo yang di babak sebelumnya menyingkirkan Internacional. Meski tanpa diperkuat Wesley Sneijder yang cedera ketika bertanding di semifinal, Inter tetap bermain tajam sejak awal babak pertama. Tiga gol masing-masing dibukukan Goran Pandev, Samuel Etoo, dan Jonathan Biabiany.

Inter memimpin ketika permainan berjalan 13 menit lewat kerjasama trio pemain depan Diego Milito, Etoo, dan Pandev. Penyelesaian dingin ditunjukkan Pandev lewat placing bola kaki kirinya. Empat menit kemudian keunggulan tim asuhan Rafael Benitez digandakan Etoo ketika tembakan volinya tak bisa dibendung kiper Muteba Kidiaba.

Mazembe berusaha mengejar ketinggalan dua gol, tapi Inter yang kembali diperkuat Maicon mampu menjaga ketenangan mereka sebagai pemegang gelar juara Eropa. Biabiany yang masuk menggantikan Milito memastikan kemenangan 3-0 lima menit sebelum waktu normal berakhir. Biabiany yang mengelabui jebakan offside lawan dengan mantap menuntaskan umpan terobosan Dejan Stankovic.
Gelar ini menutup raihan lima trofi sepanjang tahun ini sekaligus memperanjang napas Rafael Benitez yang terancam dipecat akibat buruknya performa Javier Zanetti dkk di Serie A. Gelar ini juga sangat berkesan bagi Presiden Inter Massimo Moratti yang sudah melampaui prestasi sang ayah, Angelo Moratti.
source: yahoo.com
Posting Komentar